Karang Gigi Menumpuk? Ini Tanda Anda Wajib Scaling (Bukan Hanya Soal Estetika)

Ditinjau oleh: drg. KYRA KHASYI 

Banyak dari kita yang baru ingat untuk membuat janji dengan dokter gigi ketika sudah mulai merasakan ngilu atau sakit yang tak tertahankan. Padahal, masalah kesehatan mulut terbesar sering kali berawal dari hal yang tidak terasa sakit di awal, yaitu penumpukan karang gigi.

Jika Anda sering mengalami gusi berdarah saat menyikat gigi atau merasa napas kurang segar meski sudah memakai mouthwash, itu adalah alarm dari tubuh yang tidak boleh diabaikan.

Mengapa Karang Gigi Sangat Berbahaya?

Karang gigi (kalkulus) berasal dari plak—lapisan lengket berisi sisa makanan dan bakteri—yang tidak tersapu bersih saat menyikat gigi. Seiring waktu, plak ini mengeras dan menempel kuat pada email gigi. Begitu plak berubah menjadi karang gigi, sikat gigi biasa tidak akan bisa menghilangkannya.

[High confidence] Secara medis, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) secara konsisten mengedukasi bahwa karang gigi bukan sekadar masalah warna gigi yang menguning atau estetika senyum. Jika dibiarkan, karang gigi adalah penyebab utama dari berbagai komplikasi kesehatan mulut:

1. Radang Gusi (Gingivitis)
Bakteri yang bersarang di dalam karang gigi akan terus mengeluarkan zat asam dan racun. Hal ini mengiritasi gusi, membuatnya menjadi bengkak, kemerahan, dan sangat mudah berdarah saat disikat. Ini adalah tahap awal penyakit gusi.

2. Infeksi Jaringan Pendukung Gigi (Periodontitis)
Jika radang gusi tidak segera ditangani melalui tindakan medis, infeksi akan menyebar ke jaringan yang lebih dalam dan merusak tulang penyangga gigi. Akibatnya fatal: gusi akan menyusut, gigi menjadi goyang, dan pada akhirnya bisa tanggal atau lepas dengan sendirinya.

3. Memicu Masalah Kesehatan Sistemik
Bakteri dari infeksi gusi yang parah dapat masuk ke dalam aliran darah. Berbagai literatur medis modern menunjukkan adanya korelasi antara penyakit gusi yang tidak diobati dengan peningkatan risiko masalah kesehatan lain, termasuk gangguan pada kehamilan (untuk ini, pastikan juga Anda rutin memeriksakan diri ke spesialis Obgyn).

Kapan Harus Melakukan Scaling?

Scaling adalah prosedur medis non-operasi yang dilakukan oleh dokter gigi untuk membersihkan karang gigi yang menempel di atas maupun di bawah garis gusi.

Sebagai aturan standar, Anda sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan scaling gigi setiap 6 bulan sekali. Namun, jika Anda perokok aktif, sering mengonsumsi kopi/teh pekat, atau sedang menggunakan kawat gigi (behel), dokter gigi mungkin akan menyarankan jadwal pembersihan yang lebih sering, misalnya setiap 3 atau 4 bulan.

Perawatan Gigi Nyaman dan Higienis di Kedoya

Jangan tunggu sampai kerusakan gigi menjadi permanen. Kembalikan kesehatan gusi dan kepercayaan diri Anda sekarang juga. Reservasi Jadwal Poli Gigi Kami: Telepon/WhatsApp: 0812-1962-1140 Lokasi: Klinik dr. Sander B, Kedoya Jadwal Praktik Dokter Gigi: Senin, Rabu, dan Kamis | 14.00 - 20.00

Banyak orang menunda ke dokter gigi karena trauma dengan rasa sakit atau malas menghadapi ruang tunggu yang ramai. Di Poli Gigi Klinik dr. Sander B – Kedoya, kami mengubah stigma tersebut.

Layanan gigi kami dirancang khusus untuk Anda yang memiliki mobilitas tinggi dan mengutamakan sterilitas.
    – Minim Rasa Sakit (Painless Approach): Dokter gigi kami menggunakan teknik dan peralatan modern untuk memastikan proses scaling berjalan cepat dan senyaman mungkin.
    – Sterilisasi Tingkat Tinggi: Setiap peralatan medis melalui protokol sterilisasi ketat demi keamanan dan ketenangan pasien.
    – Tanpa Antrean Panjang: Sistem reservasi kami memastikan Anda tidak membuang waktu berharga di ruang tunggu. Anda datang, dan langsung ditangani sesuai jadwal.