Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Membersihkan Telinga Sendiri: Kapan Wajib ke Dokter THT?
Ditinjau oleh: dr. DEWI LIZANTY, Sp. THT – KL
Mengapa Dokter THT Melarang Penggunaan Cotton Bud?
Berdasarkan panduan dari American Academy of Otolaryngology – Head and Neck Surgery (AAO-HNS), telinga memiliki mekanisme pembersihan otomatis. Serumen (kotoran telinga) sebenarnya adalah zat pelindung yang menjebak debu dan menghambat pertumbuhan bakteri.
Memasukkan benda asing ke dalam liang telinga justru menciptakan tiga risiko fatal:
Mendorong Serumen Lebih Dalam: Alih-alih mengeluarkan kotoran, cotton bud sering kali menekan serumen hingga menumpuk dan mengeras di dekat gendang telinga (impaksi serumen).
Trauma Gendang Telinga: Tusukan yang terlalu dalam, bahkan dengan tekanan ringan, dapat menyebabkan robekan pada membran timpani (gendang telinga pecah), yang berisiko memicu hilangnya pendengaran.
Memicu Infeksi (Otitis Eksterna): Gesekan benda asing dapat menimbulkan luka mikro pada kulit saluran telinga, membuka jalan bagi bakteri untuk berkembang biak.
Tanda Anda Membutuhkan Intervensi Spesialis THT
Segera jadwalkan konsultasi dengan Dokter Spesialis THT di Klinik dr. Sander B jika Anda mengalami:
Penurunan daya dengar secara tiba-tiba (telinga terasa berdengung atau mampet).
Rasa nyeri yang berdenyut di dalam telinga.
Keluarnya cairan tidak wajar atau berbau dari saluran telinga.
Di Klinik dr. Sander B, Dokter Spesialis THT kami dilengkapi dengan instrumen medis steril dan pencahayaan khusus untuk mengevaluasi dan membersihkan telinga Anda secara aman dan tanpa rasa sakit. Hentikan kebiasaan berisiko; percayakan kesehatan pendengaran Anda pada ahlinya.
